Jumat, 17 Februari 2012

Pidato saat Lomba di Mgl-Smrg


NASKAH PIDATO
“Akhlaq kepada kedua orang tua”


Yang saya hormati para dewan juri, Bapak Ibu Guru, beserta teman-teman yang tercinta. Dalam kesempatan yang penuh dengan kebahagiaan ini marilah kita bersama-sama mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia rahmat dan nikmat-Nya sehingga dalam acara ini kita bisa hadir dengan sehat walafiat tanpa ada halangan suatu apapun.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW, karena beliaulah yang membawa misi Islam ke dunia ini sehingga kita bisa membedakan yang haq dan yang bathil.
Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan ceramah dengan tema “Akhlaq kepada kedua orang tua”
Ibu adalah satu kata yang paling berkesan dalam hidup manusia. “Mama”, “Bunda”, “Enyak”, “Emak”, “Ummi” atau apa pun sebutannya, maksudnya tetap merujuk kepada seorang wanita yang melahirkan Kita. Adalah fitrah jika seorang manusia menghormati dan menghormati orang yang berjasa pada dirinya, apalagi mencintai dan menyayangi ibunya karena ibu telah begitu banyak berkorban, memberi dan memberi kepada anak-anaknya… Karena setiap manusia di muka Bumi pasti terlahir dari seorang ibu. kita pasti pernah mengalami kehidupan dalam sebuah alam yang terhormat dalam perut seorang perempuan selama lebih kurang 9 bulan 10 hari. Alam kandungan merupakan  tempat persinggahan yang kokoh sebelum lahir ke muka Bumi… Dia bernama “rahim”, nama yang sama dengan salah satu nama Allah yaitu “Ar-Rahim” (Yang Maha Penyayang).
Ayah adalah orang bertanggung jawab kepada keluarga, perannya juga sangat penting dalam hidup Kita. Kerjasama yang baik kedua orangtua dalam melahirkan memelihara, dan mendidik anak ; itulah yang membuat Kita hadir di muka bumi sampai saat ini . Allah SWT menekankan peranan ayah ibu dalam berbagai ayatnya. Kemudian mewajibkan kaum muslimin untuk senantiasa berbuat baik kepada keduanya.

“robigh lii wa li-waa lidayya war ham humaa kamaa robbayaanii soghiroo” (ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku  dan ampunilah sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangi daku sewaktu kecil)

Banyak hadis Nabi saw yang menyatakan tentang betapa pentingnya untuk berbakti kepada orang tua. Telah datang seorang laki-laki menghadap Rasulullah saw lalu bertanya. "Wahai Rasulullah siapakah yang paling berhak aku pergauli dengan cara bagus? Jawab beliau. Ibumu!. Kemudian ia bertanya lagi "Sesudah itu siapa?" Jawab beliau Ibumu!. ia bertanya lagi"Sesudah itu siapa ?" Jawab beliau Ibumu!. Ia bertanya lagi "Sesudah itu siapa?" Jawab beliau Bapakmu! (HR Bukhari Muslim)
hadirin rahimakumullah,
Akhlak kepada orang tua juga didasarkan pada surat al-Isra ayat 23-24:

yang artinya..
Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah :’Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Dari ayat di atas terlihat jelas bagaimana penting dan besarnya arti diri orang tua di sisi Allah SWT. Jika beribadah kepada Allah wajib maka berbakti kepada kedua orang tua juga wajib. Sebaliknya, kalau ingkar kepada-Nya adalah dosa besar, begitu pula durhaka kepada orang tua. Dan berbuat baik kepada orang tua bukan hanya semasa hidupnya akan tetapi sampai matipun anak tetap wajib berbakti kepada mereka.
Saya jadi ingat, ketika SD dulu Guru saya mengajarkan sebuah tembang. Begini :
“Mbangun turut mring wong tua, Yen diprentah aja pisan mangsuli. Sira kudu melu nyangkul. Kang bias katindakna. Pangajabe dadya bocah ingkang punjul. Wa tone gelem rekasa. Bisa ing sabarang kalir”

Adapun jika orang tua sudah meninggal, maka kewajiban anak kepada orang tua adalah :
(a) melaksanakan wasiatnya
(b) menjaga nama baiknya
(c) meneruskan cita-citanya
(d) meneruskan silaturahmi dengan handai tolannya
(e) memohonkan ampun kepada Allah SWT.
Hadirin rahimakumullah,
Demikian yang bisa saya sampaikan,
with great optimism we can implement good character to our parents”
 dengan penuh optimis kita bisa melaksanakan akhlak yang baik kepada kedua orang tua kita. Mudah-mudahan yang saya sampaikan pada kesempatan ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya. Amin..
Terimaksih atas perhatiannya dan mohon maaf apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati.
Akhirul kalam. Wabillahit Taufiq wal hidayah. Waridho Walinnayah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar