NASKAH PIDATO
“Akhlaq kepada kedua orang tua”
“Akhlaq kepada kedua orang tua”
Yang saya hormati para
dewan juri, Bapak Ibu Guru, beserta teman-teman yang tercinta. Dalam kesempatan
yang penuh dengan kebahagiaan ini marilah kita bersama-sama mengucapkan puja
dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia rahmat dan nikmat-Nya
sehingga dalam acara ini kita bisa hadir dengan sehat walafiat tanpa ada
halangan suatu apapun.
Shalawat serta salam
semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW, karena
beliaulah yang membawa misi Islam ke dunia ini sehingga kita bisa membedakan
yang haq dan yang bathil.
Pada kesempatan kali
ini, saya akan memberikan ceramah dengan tema “Akhlaq kepada kedua orang tua”
Ibu adalah satu kata yang paling
berkesan dalam hidup manusia. “Mama”, “Bunda”, “Enyak”, “Emak”, “Ummi” atau apa
pun sebutannya, maksudnya tetap merujuk kepada seorang wanita yang melahirkan
Kita. Adalah fitrah jika seorang manusia menghormati dan menghormati orang yang
berjasa pada dirinya, apalagi mencintai dan menyayangi ibunya karena ibu telah
begitu banyak berkorban, memberi dan memberi kepada anak-anaknya… Karena setiap
manusia di muka Bumi pasti terlahir dari seorang ibu. kita pasti pernah
mengalami kehidupan dalam sebuah alam yang terhormat dalam perut seorang perempuan
selama lebih kurang 9 bulan 10 hari. Alam kandungan merupakan tempat
persinggahan yang kokoh sebelum lahir ke muka Bumi… Dia bernama “rahim”, nama
yang sama dengan salah satu nama Allah yaitu “Ar-Rahim” (Yang Maha Penyayang).
Ayah adalah orang bertanggung jawab
kepada keluarga, perannya juga sangat penting dalam hidup Kita. Kerjasama yang
baik kedua orangtua dalam melahirkan memelihara, dan mendidik anak ; itulah
yang membuat Kita hadir di muka bumi sampai saat ini . Allah SWT menekankan
peranan ayah ibu dalam berbagai ayatnya. Kemudian mewajibkan kaum muslimin
untuk senantiasa berbuat baik kepada keduanya.
“robigh lii wa li-waa lidayya
war ham humaa kamaa robbayaanii soghiroo”
(ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan ampunilah sayangilah keduanya
sebagaimana mereka menyayangi daku sewaktu kecil)
Banyak
hadis Nabi saw yang menyatakan tentang betapa pentingnya untuk berbakti kepada
orang tua. Telah datang seorang laki-laki menghadap Rasulullah saw lalu
bertanya. "Wahai Rasulullah siapakah yang paling berhak aku pergauli
dengan cara bagus? Jawab beliau. Ibumu!. Kemudian ia bertanya lagi
"Sesudah itu siapa?" Jawab beliau Ibumu!. ia bertanya
lagi"Sesudah itu siapa ?" Jawab beliau Ibumu!. Ia bertanya lagi
"Sesudah itu siapa?" Jawab beliau Bapakmu! (HR Bukhari Muslim)
hadirin rahimakumullah,Akhlak kepada orang tua juga didasarkan pada surat al-Isra ayat 23-24:
yang artinya..
Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah :’Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Dari ayat di atas terlihat
jelas bagaimana penting dan besarnya arti diri orang tua di sisi Allah SWT.
Jika beribadah kepada Allah wajib maka berbakti kepada kedua orang tua juga
wajib. Sebaliknya, kalau ingkar kepada-Nya adalah dosa besar, begitu pula
durhaka kepada orang tua. Dan berbuat baik kepada orang tua bukan hanya semasa
hidupnya akan tetapi sampai matipun anak tetap wajib berbakti kepada mereka.
Saya jadi ingat, ketika SD dulu Guru saya mengajarkan sebuah tembang. Begini
:“Mbangun turut mring wong tua, Yen diprentah aja pisan mangsuli. Sira kudu melu nyangkul. Kang bias katindakna. Pangajabe dadya bocah ingkang punjul. Wa tone gelem rekasa. Bisa ing sabarang kalir”
(a) melaksanakan wasiatnya
(b) menjaga nama baiknya
(c) meneruskan cita-citanya
(d) meneruskan silaturahmi dengan handai tolannya
(e) memohonkan ampun kepada Allah SWT.
Hadirin rahimakumullah,
Demikian yang bisa saya sampaikan,
“with great optimism we can implement good character to our parents”
dengan penuh optimis kita bisa melaksanakan akhlak yang baik kepada kedua orang tua kita. Mudah-mudahan yang saya sampaikan pada kesempatan ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya. Amin..
Demikian yang bisa saya sampaikan,
“with great optimism we can implement good character to our parents”
dengan penuh optimis kita bisa melaksanakan akhlak yang baik kepada kedua orang tua kita. Mudah-mudahan yang saya sampaikan pada kesempatan ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya. Amin..
Terimaksih atas
perhatiannya dan mohon maaf apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di
hati.
Akhirul kalam. Wabillahit Taufiq
wal hidayah. Waridho Walinnayah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar